IndonesiaBase

 10th Indonesia National Championship Final, Banjarmasin 1969 

Partai tidak tersedia.

Kualifikasi. 1969.??.??-?. 4 kelompok. Setengah Kompetisi 9 babak. 36 pemain.
Final. 1969.??.??-?. Setengah Kompetisi 13 babak. 13 pemain.

Kejuaraan ini akan lama diingat orang. Bukan hanya ini mencapai tonggak (ke-10) dan diselenggarakan di ‘kota catur’ Banjarmasin, Kalimantan Selatan, namun juga menjadi saksi munculnya pemain yang kemudian menjadi pemain terbaik Indonesia selama bertahun-tahun mendatang. Ia adalah Ardiansyah, remaja berusia 17 tahun yang baru lulus SMA dari Malang, Jawa Timur.

Kejuaraan Nasional Ke-10 ini menggunakan sistem yang sama dengan kejuaraan sebelumnya. Babak kualifikasi diikuti oleh 36 peserta yang dibagi sama rata dalam 4 kelompok. Mereka bermain setengah kompetisi 9 babak dengan 3 pemain dari tiap kelompok lolos ke babak final. Juara bertahan, Arovah Bachtiar, langsung lolos ke babak final ini.

Hasil keseluruhan kejuaraan ini tidak terlalu menggembirakan bagi tuan rumah. Kalimantan Selatan hanya mampu menempatkan dua pemainnya dalam babak tahap final. Harapan terbesar tuan rumah Arovah harus puas di tempat ke-4. Pemain tuan rumah lainnya, pemain berpengalaman Munir, menjadi juru kunci. Dengan menyampingkan hal ini Kalimantan Selatan mendapat keuntungan tak terduga. Mereka menemukan bintang baru dalam sang juara Ardiansyah yang sebenarnya kelahiran Banjarmasin. Tidak lama setelah kejuaraan ini selesai Ardiansyah dapat dirayu untuk pindah ke kota kelahirannya.

Kejuaraan ini juga berfungsi sebagai seleksi untuk memilih wakil Indonesia ke Turnamen Zonal 10 FIDE. Dalam even ini Ardiansyah dan Wotulo menjadi nomor 4 dan 3. FIDE memberikan gelar MI kepada kedua pemain berdasarkan prestasi ini.

Sumber

Posting ini juga terdapat dalam: English, Spanish


Posting terkait:


No comment yet.

Leave a Reply








Copyright © 2006-2018 IndonesiaBase