IndonesiaBase

 12th Indonesia National Championship, Padang 1971 
 VP
 1   Bachtiar, ArovahBachtiar, Arovah
Photo of Arovah BachtiarFIDE ID: 7100205.
POB: Banjarmasin Flag of Indonesia.
DOB: 1934.03.25.
Peak Elo: 2400 (1971).
 7100205 Flag of Indonesia 2400  Kalimantan Selatan   9.5 
 2   ArdiansyahArdiansyah
Photo of ArdiansyahFIDE ID: 7100027.
POB: Banjarmasin Flag of Indonesia.
DOB: 1951.12.05.
Peak Elo: 2480 (1987).
 7100027 Flag of Indonesia m 2340  Kalimantan Selatan   9.0 
 3   Sampouw, Jacobus SawandarSampouw, Jacobus Sawandar
Photo of Jacobus Sawandar SampouwFIDE ID: 7100256.
 7100256 Flag of Indonesia  DKI Jakarta   8.5 
 4   Turalakey, FransTuralakey, Frans
Photo of Frans Turalakey
 Flag of Indonesia  DKI Jakarta   8.5 
 5   Gozali, RidwanGozali, Ridwan
Photo of Ridwan Gozali
 Flag of Indonesia  DKI Jakarta   7.0 
 6   Silalahi, Nalom LPSilalahi, Nalom LP
Photo of Nalom LP Silalahi
 Flag of Indonesia  DKI Jakarta   6.5 
 7   Oentoro, TohaOentoro, Toha
Photo of Toha OentoroDOB: 1943.10.23.
 Flag of Indonesia  Jawa Timur   6.5 
 8   Pitono, Rudy RoyPitono, Rudy Roy
Photo of Rudy Roy Pitono
 Flag of Indonesia  Jawa Tengah   5.0 
 9   Suwandhio, EddySuwandhio, Eddy
Photo of Eddy SuwandhioFIDE ID: 7101104.
 7101104 Flag of Indonesia  DKI Jakarta   5.0 
 10   Hamdan AHHamdan AH
Photo of Hamdan AH
 Flag of Indonesia 2300  Kalimantan Selatan   4.0 
 11   Rasjid, HuseinRasjid, Husein
Photo of Husein Rasjid
 Flag of Indonesia  Kalimantan Timur   3.5 
 12   Susilo, Siswoko ArieSusilo, Siswoko Arie
Photo of Siswoko Arie Susilo
 Flag of Indonesia  Jawa Tengah   3.0 
 13   Sumampouw, BSumampouw, B
Photo of B Sumampouw
 Flag of Indonesia  Sulawesi Tengah   2.0 
 VP: Victory points.

Partai tidak tersedia.

1971.??.??-?. Setengah Kompetisi 13 babak. 13 pemain. Gelar MN: Frans Turalakey, Ridwan Gozali.

Sang veteran telah kembali. Terlalu dini untuk menyingkirkan Arovah Bachtiar dari arena catur nasional walaupun ia kalah dalam perebutan gelar dalam dua Kejuaraan Nasional terakhir oleh saingannya yang lebih muda, MI Ardiansyah. Arovah merebut mahkota Kejuaraan Nasional untuk keempat kalinya. Mahkotanya yang pertama hampir 20 tahun yang lalu pada tahun 1953. Sebuah contoh konsistensi yang sukar ditandingi.

Juara bertahan Ardiansyah menyelamatkan muka dengan menempati urutan kedua. Ia tertinggal setengah angka dari Arovah. Namun hasil ini tentu saja tidak cukup bagus bagi pemain terbaik Indonesia saat itu. Ardiansyah masih sangat muda (20 tahun). Lebih penting lagi lawan-lawannya kali ini juga tidak lebih kuat daripada kejuaraan-kejuaraan nasional sebelumnya. Kejuaraan Nasioal tahun lalu malah lebih sulit untuk dimenangkan dengan pemain yang sedang dalam bentuknya Eddy Rusli dan Kuntoro Bessaria ikut serta. Apa yang salah dengan Ardiansyah?

Percasi memberikan gelar Master Nasional kepada lima besar kejuaraan ini. Arovah, Ardiansyah, dan Jacobus sudah mempunya gelar, sehingga gelar ini menjadi milik Frans Turalakey dan Ridwan Gozali.

FIDE secara resmi menerbitkan daftar rating Elo untuk pertama kalinya pada tanggal 1 Januari tahun tsb. Indonesia memiliki empat pemain dalam daftar. Tiga pemain ikut serta dalam even ini. Pemain lainnya adalah MI Max Arie Wotulo dengan Elo 2330. Perhatikan Elo Arovah yang 2400. Saat itu hanya beberapa pemain saja di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki Elo lebih tinggi.

Sumber

  • Buku Panduan Percasi 2009 (Djamil Djamal)
  • Chess Informant 11 1971
  • Chess Maniac
  • Putaran Ketiga Sirkuit Grandmaster Asia Pertama 1978
  • Sejarah Catur Indonesia 1986 (Ds FKN Harahap)

Posting ini juga terdapat dalam: English, Spanish


Posting terkait:


No comment yet.

Leave a Reply








Copyright © 2006-2018 IndonesiaBase