IndonesiaBase

 15th Indonesia National Championship, Malang 1974 

Partai tidak tersedia.

1974.??.??-?. Swiss 13 babak. Jumlah peserta tidak diketahui. Gelar MN: Abir Dipo, Iman S Bharata, Herman Lauw.

Malang, sebuah kota dengan hawa sejuk di belahan bumi bagian timur Jawa, mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Catur Indonesia untuk keduakalinya. Kejuaraan yang pertama tahun 1958 tercatat dalam sejarah sebagai Kejuaraan Nasional yang paling kacau yang pernah ada.

Kejuaraan ini menandai kembalinya MI Ardiansyah ke singgasana. Bagi Ardiansyah, Malang seperti halaman belakangnya. Ia mneyelesaikan SMA di kota ini. Tahun 1974 adalah tahun yang cukup sukses untuk Ardiansyah. Beberapa bulan sebelum kejuaraan ia menunjukkan permainan yang bagus dalam Turnamen IBM Grup B di Amsterdam, Belanda, dan Olimpiade Catur di Nizza, Prancis.

Kompetisi berjalan sangat ketat. Hanya setengah angka yang memisahkan antara peringkat 1 dan peringkat 6. Pemain-pemain DKI Jakarta, dengan sang Juara sebagai ujung tombak, menguasai arena. Lima pemain DKI Jakarta berada dalam sepuluh besar. Pemain-pemain lainnya mewakili Sumatera Utara (3) dan Kalimantan Selatan (2). Setelah memperkenalkan Monang Sinulingga dalam Kejuaraan Nasional 1972, Sumatera Utara kembali membawa pemain baru yang menarik dalam panggung nasional. Ia adalah pemain kelahiran Samosir, Salor Sitanggang, yang berusia 25 tahun. Pada waktu mendatang Salor memenangkan Kejuaraan Nasional tidak kurang dari tiga kali.

Percasi menganugrahkan gelar Master Nasional kepada enam besar. Mereka yang beruntung adalah Abir Dipo, Iman Bharata, dan Herman Lauw.

Sumber

  • Buku Panduan Percasi 1996 (Djamil Djamal)
  • Putaran Ketiga Sirkuit Grandmaster Asia Pertama 1978
  • Sejarah Catur Indonesia 1986 (Ds FKN Harahap)

Posting ini juga terdapat dalam: English, Spanish


Posting terkait:


No comment yet.

Leave a Reply








Copyright © 2006-2020 IndonesiaBase