IndonesiaBase

Ada kabar baik dari FIDE untuk semua pemegang norma. Sekarang norma tidak mengenal tanggal kadaluarsa. Hanya saja, menurut Handbook FIDE, norma-norma yang diperoleh sebelum 1 Juli 2005 harus didaftar ulang ke FIDE sebelum 1 Juli 2013 atau akan dianggap tidak berlaku.

Indonesia telah menghasilkan 7 GM. Tambahan terakhir adalah GM Susanto Megaranto dari tahun 2004. Sudah 10 tahun bangsa kita tidak menghasilkan seorang GM pun. Posting ini memberikan daftar semua pemain Indonesia yang memiliki norma GM tapi belum memenuhi semua persyaratan bagi gelar GM. Mereka dapat memanfaatkan aturan baru tsb. Menurut urutan abjad:

Photo of Awam WahonoAwam Wahono
7100760
1963.12.21 (56)
2405 (2000.01.01)


Photo of Denny JuswantoDenny Juswanto
7100221
1959.01.21 (61)
2520 (2002.07.01)


Photo of Irwanto Sadikin TheIrwanto Sadikin The
7100590
1970.08.06 (50)
2517 (2005.07.01)


Photo of Ronny GunawanRonny Gunawan
7100035
1960.03.01 (60)
2460 (1984.07.01)


Photo of TirtoTirto
7101058
1965.08.31 (54)
2429 (2006.10.01)


Ronny Gunawan hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri mengapa ia tidak merenggut gelar GM ketika ia berada di puncak permainannya. Saat ia meraih norma GM, persyaratan minimal rating adalah 2450 dan jumlah partai norma adalah 24. Ronny telah melampaui rating minimal. Ia hanya perlu 1 norma lagi dalam turnamen 11 babak untuk menjadi seorang GM.

Awam Wahono dan Tirto masih harus menempuh jalan panjang untuk menjadi GM. Mereka harus meningkatkan rating terbaiknya menjadi 2500 dan jumlah partai norma menjadi 27.

Peluang yang paling realistis untuk menjadi seorang GM berada di tangan Denny Juswanto dan Irwanto Sadikin. Denny hanya perlu 4 partai norma lagi. Irwanto mencatat norma GM-nya di Olimpiade Catur yang bernilai 20 partai norma. Tujuh partai norma lagi cukup baginya untuk memperoleh gelar GM.

Tahun 1993 dan 1994 Gunadarma mensponsori turnamen GM dengan boleh dibilang hanya satu tujuan: memberikan kesempatan kepada Edhi Handoko untuk memenuhi persyaratan gelar GM-nya. Edhi kemudian berhasil memanfaatkan kesempatan ini. Mengapa kita tidak bisa mencontoh usaha Gunadarma ini paling tidak untuk Denny dan Irwanto?

Mudah-mudahan posting ini bisa menjadi pengingat kepada pemain itu sendiri, Percasi, dan semua pihak lain yang merasa menjadi bagian dari catur Indonesia bahwa kita masih memiliki pekerjaan rumah yang belum selesai.

Sumber

Posting ini juga terdapat dalam: English, Spanish


Posting terkait:


No comment yet.

Leave a Reply








Copyright © 2006-2020 IndonesiaBase